Pemain Tua yang Tetap Menjadi Legenda di Liga Indonesia

Herman Dzumafo Epandi, striker asal Kamerun, telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia selama lebih dari satu dekade. Meskipun usianya kini menginjak kepala empat, ia tetap menunjukkan ketajaman dan produktivitas yang luar biasa di lapangan. Bahkan, mantan pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyebutnya sebagai striker terbaik yang pernah ia latih.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sport77, Paul Munster dengan tegas menyatakan bahwa Herman Dzumafo adalah pemain paling hebat yang pernah ia latih. Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat Flavio Silva, striker yang sempat melejit di Liga Indonesia, juga pernah bermain di bawah asuhannya. Namun, bagi Munster, Dzumafo memiliki keistimewaan yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.

Karier yang Mengagumkan

Karier Dzumafo di Indonesia dimulai sejak tahun 2007 saat ia bergabung dengan PSPS Pekanbaru. Ia langsung menjadi pemain kunci dan mencatatkan penampilan gemilang selama lima musim di sana. Pada musim 2009/2010, ia menjadi salah satu pemain penting bagi pelatih Abdul Rahman Gurning, bersama dengan Muhammad Isnaini. Keduanya menjadi ancaman nyata bagi lini belakang lawan.

Setelah itu, Dzumafo melanjutkan karier di berbagai klub besar seperti Arema Indonesia (ISL), Persib Bandung, dan Sriwijaya FC. Di setiap klub, ia selalu mencetak gol penting dalam debut-debutnya, menunjukkan kemampuan sebagai striker yang sangat berpengalaman.

Pada 2014, Dzumafo hijrah ke Mitra Kukar dan langsung mencetak gol pada debutnya. Setahun kemudian, ia memperkuat Persegres Gresik dan terus menunjukkan performa yang konsisten. Bahkan di Liga 2, ia tampil impresif bersama PSPS Riau pada 2017 dengan mencetak 11 gol dari 15 laga.

Kontribusi di Bhayangkara FC

Pada Januari 2018, Dzumafo resmi memperkuat Bhayangkara FC dan menjadi andalan lini depan klub. Selama bermain untuk Bhayangkara, ia mencetak 21 gol dari 65 penampilan. Statistik ini menjadi alasan kuat bagi Paul Munster untuk menjadikannya sebagai striker terbaik di musim 2019/2020 hingga 2021/2022.

Meski usianya semakin bertambah, Dzumafo tetap produktif di Liga 2. Ia sempat bermain untuk Dewa United pada musim 2021 dan membawa timnya finis di posisi ketiga play-off Liga 2. Setelah itu, ia kembali ke Bhayangkara FC dan mencetak gol penting dalam kemenangan dramatis atas Madura United.

Profesionalisme yang Tak Terbantahkan

Konsistensi Dzumafo di usia senja membuatnya layak disebut sebagai legenda hidup Liga Indonesia. Prestasi individu yang pernah ia raih termasuk menjadi Top Skor Liga Indonesia Premier Division musim 2008/2009. Pengalamannya menjadi striker andalan di berbagai klub membuatnya memiliki nilai lebih di mata pelatih.

Flavio Silva, meski tampil impresif dalam satu musim di Persebaya Surabaya, masih jauh dari pengaruh jangka panjang yang ditunjukkan Dzumafo. Pernyataan Paul Munster ini menjadi pengakuan luar biasa bagi Dzumafo yang sudah lebih dari satu dekade berkarier di Indonesia.

Semangat yang Tak Pernah Luntur

Kisah Herman Dzumafo adalah bukti bahwa usia hanyalah angka jika diiringi dengan semangat, dedikasi, dan ketajaman yang tidak luntur. Tak heran jika namanya tetap harum di kancah sepak bola nasional hingga hari ini. Bagi Paul Munster, Dzumafo bukan sekadar pemain biasa. Dia adalah striker terbaik yang pernah diasuhnya selama menjelajah dunia sepak bola Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *