Performa Fabio Quartararo di Paruh Pertama MotoGP 2025
Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, mengakui bahwa performanya hingga paruh pertama musim MotoGP 2025 masih jauh dari harapan. Meskipun telah mencatatkan beberapa hasil positif, ia merasa belum mampu memanfaatkan peluang dengan optimal.
Sejak awal musim, Quartararo tampil dengan performa yang naik-turun. Meski memiliki kemampuan yang cukup baik dalam kualifikasi, ia kesulitan menjaga kekonsistenan selama balapan utama. Dengan motor Yamaha YZR-M1, Quartararo berhasil meraih empat posisi start terdepan (pole position) sepanjang paruh pertama musim ini. Namun, empat kesempatan tersebut tidak berujung pada kemenangan.
Hingga saat ini, Quartararo hanya mampu meraih satu podium di GP Jerez, Spanyol, dengan finis di posisi kedua. Hasil ini menunjukkan bahwa ia masih perlu meningkatkan strategi dan kestabilan selama balapan. Pada seri terakhir, GP Ceko 2025 di Sirkuit Brno, Quartararo mendapatkan kesempatan emas setelah tampil menjanjikan di babak kualifikasi dengan meraih posisi ketiga. Sayangnya, ia harus puas finis di urutan kelima pada sprint race dan keenam pada balapan utama.
Meski begitu, Quartararo melihat GP Ceko sebagai momen yang menyimpan nilai positif. Ini adalah pertama kalinya dalam musim ini ia benar-benar bersaing untuk memperebutkan kemenangan. Ia menyebutnya sebagai momen yang baik, meskipun akhirnya gagal meraih kemenangan.
“Di sini, saya bisa bersaing untuk menang, dan itu menjadi hal positif bagi kami,” ujar Quartararo. “Namun, ketika Anda memiliki kesempatan seperti itu dan tidak bisa menyelesaikan balapan, itu sangat mengecewakan.”
Kesulitan yang dialami Quartararo terletak pada kemampuannya dalam mengubah keunggulan single lap menjadi kemenangan. Meskipun ia mampu mencatatkan waktu yang cepat dalam sesi kualifikasi, ia sering kali gagal mempertahankan keunggulan tersebut selama balapan utama. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pengelolaan ban, suhu, dan elektronik motor.
Namun, Quartararo tetap percaya bahwa kekuatannya dalam kualifikasi akan menjadi bekal penting untuk masa depan. Ia mengakui bahwa kecepatan single lap-nya sudah menjadi kekuatan terbesarnya sejak bergabung dengan MotoGP.
“Saya benar-benar bisa memisahkan diri dari dunia dan memberikan segalanya untuk satu putaran itu,” katanya. “Dalam kondisi yang baik dan ketika saya memiliki kepercayaan diri, saya bisa menjalani kualifikasi yang hebat.”
Quartararo juga menyadari bahwa balapan utama membutuhkan strategi yang lebih kompleks dibandingkan kualifikasi. “Dalam balapan, situasinya berbeda karena kami harus mempertimbangkan banyak hal: ban, suhu, elektronik,” ujarnya. “Kami masih harus bekerja keras di sana, tetapi pada satu putaran, yang bisa Anda pikirkan hanyalah membakar ban dan mengerahkan seluruh energi Anda.”