Mengapa Ayam Peternakan Bisa Bertelur Setiap Hari?

Siapa yang tidak suka makan telur? Makanan yang satu ini terkenal sebagai sumber protein, mineral, dan vitamin yang baik dengan harga yang relatif terjangkau. Telur yang kita konsumsi setiap hari berasal dari ayam betina yang tidak dibuahi oleh pejantan, sehingga tidak akan berkembang menjadi anak ayam meskipun dierami atau ditempatkan di ruang inkubasi.

Selain itu, ada hal menarik lainnya tentang ayam peternakan. Mereka bisa menghasilkan telur setiap hari, berbeda dengan hewan bertelur lainnya di alam liar. Mengapa demikian? Mari kita cari tahu jawabannya bersama-sama.

Kapan Ayam Peternakan Mulai Bertelur?

Ayam peternakan memiliki berbagai jenis, dan setiap negara memiliki varietas yang paling populer. Di Indonesia, misalnya, ayam leghorn, ISA brown, dan Rhode Island Red cukup diminati oleh peternak. Oleh karena itu, usia kapan ayam mulai bertelur juga berbeda-beda tergantung jenisnya.

Secara umum, ayam petelur mulai bertelur pada usia 5—6 bulan. Beberapa jenis bahkan bisa mulai bertelur lebih cepat, yakni sekitar 19—28 minggu. Namun, beberapa jenis seperti ayam silkie dan barnevelder membutuhkan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8—10 bulan.

Setelah masa bertelur, ayam biasanya berhenti menghasilkan telur saat mencapai usia tertentu. Rata-rata, ayam berhenti bertelur pada usia 6—7 tahun. Namun, ada jenis ayam tertentu yang berhenti lebih awal, seperti lohmann brown, golden comet, dan araucana, yang mulai berhenti bertelur pada usia 1—3 tahun. Ada juga jenis ayam yang berhenti pada usia 3—4 tahun.

Beberapa tanda juga bisa membantu mengetahui apakah ayam akan segera bertelur. Misalnya, warna jengger dan pial yang berubah menjadi merah cerah, aktif bergerak, nafsu makan meningkat, dan sering berjongkok layaknya sedang kawin. Ketika tanda-tanda tersebut muncul, para peternak biasanya memberikan pencahayaan yang cukup di kandang untuk memicu proses bertelur. Selain itu, pakan juga disesuaikan agar sesuai kebutuhan ayam.

Berapa Lama Siklus Produksi Telur Ayam Peternakan?

Setelah mengetahui usia mulai dan berhenti bertelur, selanjutnya kita perlu tahu berapa lama siklus produksi telur ayam peternakan. Apakah ayam bisa menghasilkan telur setiap hari?

Jawabannya adalah ya! Secara rata-rata, ayam petelur mampu menghasilkan satu butir telur dalam waktu 24—26 jam. Dalam kasus yang sangat jarang, ayam bisa menghasilkan dua butir telur dalam satu hari. Jumlah rata-rata telur yang diproduksi setahun mencapai 300 butir per ayam.

Perbedaan ini terjadi karena kondisi lingkungan dan perawatan yang diberikan. Ayam di alam liar tidak bisa bertelur setiap hari karena mereka hanya bertelur ketika kondisi lingkungan mendukung dan tersedia makanan yang cukup. Saat musim kawin, ayam betina di alam liar akan menghasilkan telur, namun di luar musim tersebut, ovarium mereka akan “mengecil” karena membutuhkan energi yang besar untuk menghasilkan telur.

Namun, ada persamaan antara ayam betina di peternakan dan alam liar. Keduanya tetap bisa bertelur tanpa adanya jantan yang membuahi telur. Yang penting, selama masa bertelur (clutch), ayam akan terus menghasilkan telur sampai musim berganti atau usia maksimal.

Kenapa Ayam Peternakan Bisa Bertelur Terus-Menerus?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melacak sejarah manusia dalam berternak ayam. Gen bernama thyroid-stimulating hormone receptor (TSHR) yang bertanggung jawab atas produksi telur sudah dipilih oleh manusia sejak tahun 1920-an. Meski pada masa itu ilmu pengetahuan masih terbatas, manusia mengamati ayam-ayam yang bertelur lebih cepat dan memilih untuk mengembangbiakkan jenis ayam dengan produksi telur tinggi.

Proses seleksi ini akhirnya menghasilkan keturunan dengan gen TSHR yang dominan, meningkatkan kemampuan ayam dalam menghasilkan telur. Dari sini, muncullah berbagai jenis ayam petelur yang disesuaikan dengan lokasi geografis, hasil produksi, dan cara perawatan yang berbeda-beda.

Dengan demikian, kita belajar bahwa campur tangan manusia dapat memengaruhi genetik dan perilaku spesies hewan yang tadinya liar. Proses domestikasi ini membutuhkan waktu lama, ilmu pengetahuan, pengalaman, serta pembelajaran dari kesalahan-kesalahan pendahulu kita. Siapa sangka, ternyata banyak pelajaran bisa dipetik dari sebutir telur yang sering kita masak.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *