Persebaya Menghadirkan Tiga Pemain Asal Balkan untuk Memperkuat Tim

Persebaya, yang dikenal dengan julukan Green Force, mengambil kebijakan transfer yang cukup menarik pada musim ini. Alih-alih merekrut pemain dari Brasil atau negara-negara beriklim tropis lainnya, klub asal Surabaya ini justru memboyong tiga pemain asal wilayah Balkan. Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic. Risto berasal dari Makedonia, sedangkan Milos dan Perovic berasal dari Montenegro.

Ketiganya memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi. Mereka pernah bermain di beberapa liga Eropa dan bahkan pernah meraih gelar juara maupun menjadi top skor di sana. Namun, meskipun memiliki pengalaman yang mumpuni, ketiga pemain ini belum tentu bisa langsung menunjukkan performa terbaik mereka di Liga Indonesia. Salah satu faktor yang mungkin memengaruhi adalah kesulitan dalam beradaptasi dengan iklim di Indonesia, khususnya Surabaya yang dikenal memiliki suhu yang cukup panas.

Dalam sebuah wawancara di akun YouTube resmi Persebaya, Risto Mitrevski mengakui bahwa cuaca Surabaya cukup panas. Sementara itu, para pemain asal Balkan berasal dari negara-negara yang memiliki iklim dingin, bahkan di beberapa kondisi suhu bisa mencapai angka minus. Hal ini bisa menjadi tantangan besar bagi mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Meski begitu, Persebaya tetap percaya diri dalam merekrut tiga pemain tersebut. Ada beberapa alasan yang membuat klub ini yakin bahwa ketiganya bisa berkontribusi secara maksimal. Pertama, Persebaya mempertahankan dua pemain asal Balkan yang sudah bermain sejak musim lalu, yaitu Dime Dimov dan Dejan Tumbas. Meskipun keduanya baru setengah musim di Surabaya, mereka bisa membantu proses adaptasi para pemain baru.

Milos Raickovic menyatakan bahwa kedua pemain tersebut menjadi teman yang membantu proses adaptasinya di skuad Persebaya. “Salah satu alasan saya bergabung dengan Persebaya karena saya punya dua teman baik dari Balkan, yaitu Dejan Tumbas dan Dime Dimov,” ujarnya.

Sementara itu, Mihailo Perovic juga memilih bergabung dengan Persebaya karena adanya pemain-pemain asal Balkan. Agen sang pemain, Gabriel Budi, menjelaskan bahwa Perovic banyak mendapatkan informasi tentang Liga Indonesia dari Ilija Spasojevic, mantan pemain Persebaya. Selain itu, ia juga bertanya kepada rekan setimnya di Timnas Montenegro, Milos Raickovic, sebelum memutuskan untuk bergabung.

Adaptasi tidak hanya terbatas pada iklim, tetapi juga melibatkan kenyamanan dalam tim, chemistry antar pemain, serta gaya bermain yang berbeda dibandingkan di Eropa. Faktor lain yang membuat para pemain Balkan ini betah bermain di Persebaya adalah fasilitas yang lengkap. Klub ini telah memusatkan seluruh kegiatan latihan di kompleks Stadion GBT.

Milos Raickovic memberikan apresiasi terhadap fasilitas yang dimiliki Persebaya. “Luar biasa, Persebaya memiliki fasilitas latihan yang lengkap. Ini menunjukkan bahwa klub ini sudah berada di level yang tinggi,” ujarnya.

Risto Mitrevski juga menyampaikan pendapat serupa. Menurutnya, dengan memusatkan kegiatan di kompleks GBT, Persebaya menunjukkan profesionalitas yang tinggi.

Langkah yang diambil oleh Persebaya menunjukkan upaya mereka untuk membantu para pemain baru agar cepat beradaptasi dengan strategi yang diterapkan pelatih Eduardo Perez. Kini, semua orang menantikan bagaimana lima pemain Balkan ini akan berkontribusi dalam pertandingan perdana Super League yang akan digelar pada 8 Agustus mendatang melawan PSIM Yogyakarta. Pembuktian sesungguhnya akan mulai terlihat dari laga tersebut.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *