Fakta Baru Terkait Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan
Seiring dengan berjalannya penyelidikan terhadap kematian Arya Daru Pangayunan (39), muncul beberapa fakta baru yang menarik perhatian. Salah satu sumber informasi berasal dari penghuni kos lain yang tinggal di lokasi yang sama. Nurman, yang menggunakan nama samaran, mengungkapkan bahwa selama tiga tahun tinggal di tempat tersebut, Arya Daru tidak pernah terlihat membawa tamu ke kamar.
“Saya hampir enggak pernah lihat beliau bawa tamu,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa hanya sesekali melihat istrinya, namun interaksinya sangat minim. “Paling pernah lihat istrinya sekali dua kali, tapi cuma papasan, enggak ngobrol juga.”
Nurman juga menyoroti sistem keamanan yang ketat di kos tersebut. Setiap penghuni hanya bisa masuk ke area kamar mereka dengan kartu akses pribadi. Selain itu, pemilik kos juga cukup ketat dalam mengawasi tamu. “Kalau ada tamu, pasti diawasi, pemilik pasti akan tanya. Jadi enggak bisa sembarangan,” tambahnya.
Selama tinggal di kos yang hanya dihuni delapan orang, Nurman mengaku hanya memiliki interaksi minimal dengan Arya Daru. Kamar korban berada di bagian paling depan, sedangkan kamar penghuni lain berada di tengah bangunan. “Dia itu kamarnya paling depan, agak jauh dari kami yang lain. Interaksi kami pun terbatas, cuma papasan dan saling sapa. Enggak pernah ngobrol lebih jauh,” ujarnya.
Menurut Nurman, ia terakhir kali melihat Arya Daru sekitar Desember 2024. Saat itu, korban sedang mencuci mobil. Setelah itu, korban nyaris tak terlihat lagi. Ia juga tidak tahu banyak tentang aktivitas harian korban karena jarang bertemu. “Kita semua di sini makan dan aktivitas di kamar masing-masing. Hampir enggak ada yang nongkrong bareng.” Ia juga tidak pernah melihat Arya Daru Pangayunan menggunakan ruang tengah bersama penghuni lain.
Suasana di kos memang cenderung privat. Masing-masing penghuni memiliki akses terbatas dan jarang bersosialisasi. Makanan biasanya dipesan secara daring dan dikonsumsi di kamar. Nurman menegaskan bahwa sejauh yang ia tahu, korban merupakan pribadi yang baik meski tidak banyak berinteraksi dengan penghuni lain. “Kalau papasan ya senyum, sopan. Hanya saja memang tertutup.”
Suasana Malam Sebelum Kematian
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam, mengungkap kesaksian tetangga kos yang diketahui belum tidur sebelum Arya Daru ditemukan tewas. Menurut Anam, Arya Daru terakhir kali masuk kamar kos pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 23.26 WIB. “Ada sampai jam 01.00 WIB (8 Juli 2025). Ada katanya begitu,” ujarnya.
Tetangga kos Arya Daru juga menceritakan situasi pada malam tersebut. “Kami juga mendalami suasana malam itu bagaimana. Dia tidur jam berapa, kondisinya kayak apa, suasana kayak apa, kalau malam hening atau hiruk pikuk atau seperti apa sehingga bisa kita ukur,” tegas dia. Ia juga menjelaskan bahwa jika ada suara aneh, seperti orang berbicara atau memaksakan masuk ke ruangan, pasti akan terdengar. “Kita cek kayak begitu, dia bilang enggak denger apa-apa,” tambahnya.
Anam juga telah mendapatkan fakta baru setelah mendatangi rumah keluarga Arya Daru di Jogjakarta. Menurutnya, informasi tersebut belum pernah diungkap atau diperdebatkan di publik sebelumnya. “Kami diberi informasi yang sifatnya baru dan belum ada di perdebatan umum dan harus kami telusuri, perdalam nantinya dengan cek TKP, termasuk dengan Polda Metro Jaya,” ujar Anam dalam keterangannya.
Penyidikan Lebih Lanjut
Kompolnas juga memperdalam temuan polisi terkait barang-barang di lokasi tewasnya ADP. “Kami mendalami barang-barang yang terkait peristiwa tersebut bagaimana barang itu, bagaimana relasi barang itu atas peristiwa itu kami dalami,” ucap Anam. Selain itu, pihaknya mencoba mencari tahu latar belakang ADP ke pihak keluarganya. Hal ini penting untuk mengungkap penyebab kematian diplomat Kemlu itu.
Di bagian lain, penyidik Polda Metro Jaya sudah memeriksa lima saksi terkait kasus ini. Dari lima saksi yang diperiksa, salah satu di antaranya adalah istri korban berinisial MAP. Selain itu, polisi juga memeriksa dua orang rekan kerja Arya Daru dan penjaga kost yang pertama kali menemukan jasad korban. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dilakukan untuk mengetahui aktivitas terakhir Arya Daru sebelum ditemukan meninggal dunia.
Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) jenazah Arya. Menurut AKBP Reonald Simanjuntak, hasil pemeriksaan labfor akan diterima penyidik sekitar enam hari lagi. “Masih enam hari lagi karena memang pemeriksaan labfor membutuhkan waktu minimal dua minggu.”