Daurah Ahlusunnah Wal Jamaah Digelar di Ponpes Ilmu Yaqin Maros

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ilmu Yaqin, yang berada di Tompobulu, Kabupaten Maros, menggelar kegiatan Daurah Ahlusunnah Wal Jamaah. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama ternama, termasuk Prof. Dr. Syekh Fadi Fuadi Alamuddin Al Husaini As Syafi’iy, yang berasal dari Lebanon.

Daurah ini diselenggarakan di Masjid Al Yaqin yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Ilmu Yaqin. Seluruh santri, para pembina, serta jajaran pimpinan pesantren turut hadir dalam pembukaan acara tersebut. Acara dimulai pada pagi hari, pukul 08.00 WITA, dan dihadiri oleh banyak peserta yang antusias.

Pimpinan Pondok Pesantren Ilmu Yaqin, Dr. KH. Amirullah Amri, M.A., menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Ia berharap bahwa Daurah ini dapat memperkuat pemahaman para santri terhadap ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah. Selain itu, ia juga berharap bahwa pondok pesantren ini mampu menjadi mercusuar gerakan dakwah yang moderat dan berlandaskan manhaj Aswaja di Sulawesi Selatan.

“Ini adalah momentum berharga bagi santri dan civitas pondok. Kami berharap ini bisa memperteguh akidah, memperkaya wawasan keilmuan, serta membumikan semangat keislaman rahmatan lil alamin,” ujar KH. Amirullah dalam sambutannya.

Selama lima hari ke depan, para santri akan mendapat kesempatan untuk berdialog dan berinteraksi langsung dengan Syekh Fadi menggunakan bahasa Arab. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bahasa Arab santri sekaligus membiasakan penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dalam aktivitas keilmuan sehari-hari di lingkungan pondok.

Kegiatan Daurah Ahlusunnah Wal Jamaah ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pondok Pesantren Ilmu Yaqin dalam membina generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan keislaman yang moderat serta mampu menjadi agen dakwah di tengah masyarakat.

Manfaat dan Tujuan Daurah

Daurah ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar secara langsung dari tokoh-tokoh besar seperti Syekh Fadi. Interaksi langsung ini diharapkan mampu memperluas wawasan keilmuan santri dan memperkuat akidah mereka.

Selain itu, penggunaan bahasa Arab dalam dialog dan interaksi menjadi bagian penting dari program ini. Santri akan terbiasa menggunakan bahasa Arab sebagai medium pembelajaran, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memahami kitab-kitab keagamaan yang ditulis dalam bahasa tersebut.

Komitmen Pesantren dalam Pendidikan Moderat

Pondok Pesantren Ilmu Yaqin memiliki komitmen kuat dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berakhlak tinggi dan memiliki pandangan yang moderat. Melalui berbagai kegiatan seperti Daurah ini, pesantren berupaya untuk membentuk individu-individu yang mampu menjadi agen dakwah yang efektif di tengah masyarakat.

Dengan menghadirkan tokoh-tokoh dari luar negeri, pesantren menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak terbatas pada wilayah tertentu, tetapi bersifat global dan inklusif. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong kerja sama dan saling menghormati antar umat beragama.

Kesimpulan

Kegiatan Daurah Ahlusunnah Wal Jamaah di Pondok Pesantren Ilmu Yaqin Maros merupakan langkah penting dalam memperkuat pemahaman agama dan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren. Dengan adanya interaksi langsung dengan ulama ternama, santri diberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam dan mengembangkan potensi diri mereka. Daurah ini juga menjadi bukti komitmen pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan berlandaskan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *