Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Perundungan di Sekolah

Perundungan atau bullying yang memiliki dampak negatif secara psikologis dan sosial terhadap seseorang sering kali terjadi dalam lingkungan sekolah. Dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2023, sebanyak dua dari tiga anak berusia 13 hingga 17 tahun mengalami perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini mendorong beberapa institusi pendidikan untuk mencari solusi inovatif guna menurunkan angka perundungan. Salah satunya adalah SMPN 43 Bandung yang meluncurkan aplikasi Bejakeun sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini.

Aplikasi ini telah hadir sejak tahun 2024 dan menjadi bagian dari inisiatif teknologi dalam lingkungan pendidikan. Upaya ini bahkan mendapatkan penghargaan AIA Outstanding Mental Wellbeing Award dalam kompetisi sekolah terbaik se-Asia Pasifik di Da Nang, Vietnam, pada 3 Juli 2025. Aplikasi ini dibuat oleh seorang guru agama di SMPN 43 Bandung bernama Ilham Fauji, yang menyatakan bahwa aplikasi ini khusus digunakan untuk melaporkan perundungan di sekolah tersebut.

Tujuan dan Arti Nama Aplikasi

Bejakeun merupakan bagian dari program ROOTS yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka perundungan di sekolah-sekolah. Tujuan utama dari aplikasi Bejakeun adalah:

  • Mencegah perundungan di lingkungan sekolah
  • Meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang bahaya dan dampak perundungan
  • Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak
  • Memudahkan cara pelaporan perundungan dalam lingkungan sekolah

Nama Bejakeun berasal dari bahasa Sunda yang artinya “laporkan”. Selain itu, nama aplikasi ini juga merupakan akronim dari slogan antiperundungan. Berikut penjelasannya:

  • BErani lawan tindakan bullying.
  • JAga diri dan teman dari tindakan bullying.
  • KEnali dan laporkan tindakan bullying.
  • UNggah laporan tindakan bullying di aplikasi.

Mekanisme Penggunaan Aplikasi

Pengguna aplikasi Bejakeun akan diminta memasukkan nama dan kata sandi saat masuk ke dalam aplikasi. Jika pengguna tidak memiliki akun, mereka dapat masuk sebagai tamu. Setelah masuk, pengguna akan disambut dengan kalimat-kalimat motivasi, kemudian diberikan pilihan menu seperti membuat laporan, informasi, dan opsi keluar dari aplikasi.

Aplikasi ini juga menyediakan berbagai jenis perundungan yang umum terjadi di lingkungan sekolah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2023. Formulir laporan perundungan bisa diisi dengan data pribadi, tetapi juga tersedia opsi pelaporan secara anonim.

Sayangnya, aplikasi ini hanya dapat digunakan pada perangkat dengan sistem Android. Untuk perangkat iOS masih belum tersedia. Namun, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa aplikasi ini memiliki penanganan yang cepat.

Proses Penanganan Laporan

Laporan yang masuk ke dalam aplikasi Bejakeun akan diteruskan kepada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Tim ini terdiri dari 11 orang yang mencakup guru BK, tim kesiswaan, dan perwakilan orang tua. Mereka melakukan identifikasi kasus yang dilaporkan, lalu menyusun strategi penanganan terkait tindakan perundungan tersebut.

Dengan adanya aplikasi Bejakeun, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan warga sekolah terhadap perundungan serta memberikan akses yang lebih mudah dalam melaporkan kejadian tersebut. Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *