Perubahan Kabinet di Bawah Pimpinan Presiden Prabowo

Pada Senin, 8 September 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan perombakan kabinet pertamanya. Salah satu perubahan paling signifikan adalah penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Pengangkatan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2025.

Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia mengemban jabatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58/M Tahun 2020. Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang kuat, Purbaya dipandang mampu menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dengan baik.

Latar Belakang dan Karier Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia melanjutkan studi pascasarjana di Purdue University, Amerika Serikat, dan berhasil meraih gelar Master serta Doktor dalam Ilmu Ekonomi.

Perjalanan karier Purbaya dimulai sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA dari tahun 1989 hingga 1994. Setelah itu, ia beralih ke bidang riset ekonomi dengan menjadi Senior Economist di Danareksa Research Institute antara tahun 2000–2005. Ia kemudian menjabat Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008), Chief Economist di Danareksa Research Institute (2005–2013), serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari 2013 hingga 2015.

Dalam dunia pemerintahan, Purbaya mulai terlibat pada tahun 2010–2014 sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional. Ia juga menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada 2015, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2015–2016).

Selain itu, ia aktif sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas Debottlenecking (Pokja IV) dan Staf Khusus Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2020). Pada masa yang sama, ia juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020).

Pengangkatan sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS

Pada 3 September 2020, Purbaya resmi diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/M Tahun 2020. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai komisaris di PT Inalum, sebuah holding BUMN sektor pertambangan.

Perubahan Jajaran Menteri

Dalam reshuffle kabinet ini, lima menteri diberhentikan, yaitu:

  • Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
  • Abdul Kadir Karding (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI)
  • Dito Ariotedjo (Menpora)
  • Budi Gunawan (Menko Polhukam)
  • Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi)

Empat menteri baru dan satu wakil menteri dilantik untuk mengisi posisi tersebut, antara lain:

  • Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan)
  • Ferry Juliantono (Menteri Koperasi)
  • Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI)
  • Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah)
  • Dahnil Anzar Simanjuntak (Wakil Menteri Haji dan Umrah)

Alasan Penggantian Menteri Keuangan

Meski tidak secara eksplisit dijelaskan alasan pergantian Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keputusan reshuffle dilakukan berdasarkan pertimbangan Presiden. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan dilakukan demi kepentingan bangsa.

Pergantian Menteri Keuangan ini menandai langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat jajaran kabinet. Meskipun belum ada penjelasan rinci, pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan dapat membawa perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *