Inovasi Baterai yang Membuat Mobil Listrik MG Lebih Tipis dan Aman

MG Motor Indonesia kembali menunjukkan inovasinya dalam pengembangan mobil listrik dengan memperkenalkan baterai berkonsep cell-to-pack yang memiliki dimensi sangat tipis namun tetap mampu menyimpan daya tahan dan kapasitas yang besar. Teknologi ini diberi nama ‘Magic Cube’ dan dianggap sebagai inovasi terbaru dalam industri otomotif global.

Baterai ‘Magic Cube’ memiliki ketebalan hanya 110 mm, lebih tipis dibandingkan kaleng minum biasa. Dengan desain yang ramping, baterai ini tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, sehingga memberikan ruang tambahan untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang. Meskipun tipis, baterai ini dirancang dengan kepadatan energi tinggi hingga 180 Wh/kg, yang memastikan jarak tempuh tetap optimal tanpa mengorbankan performa.

Untuk menjaga keselamatan, struktur baterai dilengkapi dengan isolasi nano lapisan tahan api serta katup otomatis pelepas panas sebagai sistem perlindungan multi-lapis. Hal ini membuat baterai tetap aman bahkan dalam kondisi ekstrem seperti suhu tinggi atau benturan keras.

Joy Zheng, Managing Director Unifi ed Advanced Battery System (UABS) Indonesia, menjelaskan bahwa konsep horizontal cell layout pada baterai ini menjadi satu-satunya di dunia. “Meskipun sangat tipis, baterai ini memiliki kepadatan energi yang luar biasa karena teknologi horizontal cell layout,” ujarnya.

Pengembangan dan Uji Kelayakan Baterai

Baterai ‘Magic Cube’ dikembangkan di atas platform E2 Battery, hasil riset dan pengujian selama tiga tahun sejak 2019. Sebelum masuk tahap produksi pada 2021, baterai ini telah melalui berbagai pengujian ekstrem, termasuk paparan suhu hingga 55°C, benturan keras, dan penetrasi langsung menggunakan paku besi. Semua unit baterai juga memiliki sertifikasi IP67 yang menjamin ketahanan terhadap air dan debu—faktor penting untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Selain itu, sistem Intelligent Battery Temperature Control Management tertanam di seluruh unit EV MG, memantau kondisi baterai secara real-time. Ketika suhu meningkat, sistem pendingin otomatis bekerja untuk menjaga suhu ideal di kisaran 20°C, sehingga menjaga keamanan dan memperpanjang masa pakai baterai hingga lebih dari 12 tahun.

Fleksibilitas Penggantian Baterai

Jason Huang, CEO MG Motor Indonesia, menjelaskan bahwa dengan konsep cell-to-pack, penggantian baterai bisa dilakukan dengan hanya mengganti per cell atau seluruh baterai. Hal ini membuat biaya penggantian menjadi lebih murah dan efisien.

Baterai ‘Magic Cube’ sudah digunakan di beberapa model mobil listrik MG, seperti MG ZS EV, MG4 EV, dan MG4 EV Max yang baru diluncurkan di GIIAS 2025. Bahkan mobil listrik ikonik mereka, MG Cyberster, juga menggunakan baterai ini.

“Dimensinya mungkin kecil, tapi kapasitas dan kepadatan dayanya sangat besar. Tidak ada kompromi performa, bahkan untuk kendaraan sport sekalipun. Inilah bukti nyata bahwa desain tipis tidak berarti kemampuan terbatas,” tegas Joy Zheng.

Ketersediaan Baterai di Indonesia

Untuk menjaga ketersediaan baterai ini di Indonesia, sejak 2024 MG telah bekerja sama dengan Unifi ed Advanced Battery System (UABS) Indonesia, sebuah joint venture antara UABS Co. dan PT Agung Kentjana Abadi. Kerja sama ini bertujuan untuk memproduksi baterai EV secara lokal, sehingga mendukung pertumbuhan industri mobil listrik di Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *