Sekolah Rakyat di Medan Mulai Dibuka, Pencarian Siswa Masih Berlangsung

Sekolah Rakyat (SR) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan segera dilaksanakan. Proses belajar-mengajar ini direncanakan berlangsung di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan yang terletak di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal.

Kadinsos Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari siswa untuk Sekolah Rakyat tersebut. Total kuota yang dibutuhkan adalah 100 siswa, terbagi menjadi 50 siswa untuk SD dan 50 siswa untuk SMA. Ia menjelaskan bahwa kuota siswa untuk SMA sudah terpenuhi, namun untuk SD masih membutuhkan tambahan 27 siswa lagi.

“Kami sedang fokus mencari murid. Ketika kuota terpenuhi, kegiatan langsung bisa dimulai,” ujar Khoiruddin. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tergabung dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Medan. Selain itu, pihak sekolah juga melakukan verifikasi ulang untuk memastikan kondisi warga tersebut memang layak mendapatkan bantuan pendidikan.

Anak-Anak Sudah Merasa Nyaman, Tapi Masih Merindukan Orangtua

Sebelumnya, Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah resmi dibuka di Balai Sentra Bahagia Kementerian Sosial Jalan William Iskandar, Medan Tembung, sejak 14 Juli lalu. Di sana, 100 siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan pendidikan secara gratis.

Menurut pengamatan Sumut Pos, para siswa terlihat sangat bahagia dan mulai merasa nyaman berada di asrama. Salah satu siswi, Salsabila Putri, mengatakan bahwa ia merasa senang dan gembira karena bisa bertemu teman baru serta memiliki guru-guru yang baik dan ramah.

“Selama di sini saya merasa nyaman dan enak. Makanan yang tersedia juga enak dan bergizi seperti yang pernah saya nikmati di rumah,” kata Salsabila.

Namun, di balik rasa bahagia tersebut, Salsabila mengaku masih merindukan orangtuanya dan dua saudara kandungnya. “Saya merindukan mereka, biasanya tidur dan berkumpul bersama di rumah. Sekarang harus berpisah dan tinggal di asrama,” ujarnya.

Meski begitu, Salsabila menyadari bahwa ia harus rela berpisah dengan keluarganya demi melanjutkan pendidikannya. “Orang tua mengatakan ini demi pendidikan saya. Meskipun sedih dan selalu merindukan mereka, orangtua bisa datang menjenguk saya di sini,” tambahnya.

Pengelola Asrama Menghadapi Berbagai Perilaku Anak

Desi, Wali Asrama Putri SRMP 2 Medan, mengatakan bahwa selama 10 hari berjalan, belum ada kesulitan berat dalam menghadapi siswa. “Anak-anak cukup ramah dan terlihat seperti anak sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya melakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan siswa dan bagaimana tindakan ke depannya. Hingga saat ini, satu-satunya keluhan yang ditemui adalah kerinduan anak-anak kepada orangtua dan keluarga.

“Banyak dari mereka baru kali ini berpisah dalam waktu lama dengan keluarga. Jadi wajar jika mereka merasa rindu, apalagi ini masih hitungan hari,” jelas Desi.

Evaluasi Terus Dilakukan untuk Menyesuaikan Pola Pembelajaran

Pembantu Kepala Sekolah (PKS) SRMP 2 Medan, Khairul Hasyim Haloho, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menemukan metode yang sesuai dalam menghadapi siswa, baik di kelas maupun di asrama.

Khairul menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada kesulitan serius dalam menghadapi siswa. “Mereka sudah mulai merasa nyaman dan bahagia. Keluhan utama mereka hanya rindu pada orangtua dan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus berfokus pada peningkatan kenyamanan dan rasa aman bagi siswa. Selanjutnya, fokus akan dialihkan pada pola disiplin siswa dalam hal waktu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *